Juara Liga 1 2017 Diwarnai Kontroversi, Bhayangkara FC Dibully

Juara Liga 1 2017 Diwarnai Kontroversi, Bhayangkara FC Dibully
Juara Liga 1 2017 Diwarnai Kontroversi, Bhayangkara FC Dibully
Bhayangkara FC mengklaim gelar Juara Liga 1 2017 usai menang 3-1 atas Madura United, Rabu (8/11/2017).

Meski belum resmi diumumkan PT Liga karena menunggu hasil banding Mitra Kukar yang dinyatakan kalah 0-3, kubu Bhayangkara FC sudah merayakan gelar juara melalui akun instagramnya.

Ucapan selamat pun bermunculan di media sosial Twitter dan komentar instagram. 

Namun, karena diwarnai kontroversi terkait keputusan Komdis PSSI dan laga Madura United vs Bhayangkara FC yang diwarnai tiga kartu merah untuk Madura United, banyak yang justru membully Bhayangkara FC sebagai tim yang tidak pantas jadi Juara Liga 1 2017.

"Wihh juara dagelan nihh," komentar akun ryandwipriambada. "Ketawa aja dah bor, HAHAHA," timpal satyawirak_.

Ada juga yang menyindir soal homebase Bhayangkara FC. "Pialanya mau disimpan dikota mana. Polres kan ada diseluruh Indonesia," tulis akun r_ariawardana. 

"Mau ngerayain didaerah dimana ???" timpal yusuf_maulana_92.

"Baru bikin club. Langsung masuk liga 1, gx mlalui proses dari awal dari divisi yg paling rendah. Tidak terdaftar di fifa. Trus langsung juara.. uang mengalahkan segalanya. #liga1," komentar hardialkhasby.

Logo Bhayangkara FC
Bhayangkara FC adalah klub pendatang baru di Liga 1. Klub ini merupakan "merger" PS Polri dan Surabaya United dengan nama awal Bhayangkara Surabaya United, lalu berubah menjadi Bhayangkara FC.

Launching nama Bhayangkara FC dilakukan di Sidoarjo 10 September 2016. Peresmian dibuka oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Anton Setiadji.

Klub berjuluk The Guardian milik Polri ini memilih homebase di Stadion Patriot Chandrabhaga Bekasi, sama dengan homebase Persija Jakarta.

Dilansir dari laman Wikipedia, cikal bakal Bhayangkara FC berawal dari dualisme Persebaya Surabaya yang beralih ke Liga Primer Indonesia (LPI) dan mengubah namanya menjadi Persebaya 1927 di bawah PT.Persebaya Indonesia. 

Pada saat itu, tim yang dulu bernama Persikubar Kutai Barat diboyong ke Surabaya dan diubah namanya menjadi Persebaya Surabaya oleh Wisnu Wardhana di bawah PT. Mitra Muda Inti Berlian (MMIB) agar Surabaya memiliki wakil di liga resmi PSSI. 

Pada tahun 2015 mereka tidak boleh mengikuti turnamen Piala Presiden 2015. Karena ingin mengikutinya, mereka menambahkan kata United di tim ini. 

Sejak lolos ke babak 8 besar, BOPI mengisyaratkan untuk menanggalkan nama Persebaya, karena hak paten logo dan nama ada di tangan Persebaya 1927 bawahan PT. Persebaya Indonesia. Oleh karena itu, mereka mengubah nama menjadi Bonek FC.

Di turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015, mereka mengubah nama klubnya menjadi Surabaya United dikarenakan Bonek 1927 mengecam nama Bonek sebagai klub sepak bola yang aslinya merupakan nama suporter. 

Pada tanggal 12 April 2016, Surabaya United melakukan merger dengan tim yang mengikuti Piala Bhayangkara 2016, PS Polri dan mengubah namanya menjadi Bhayangkara FC.*

Copyright © Sepakbola GP. All rights reserved.
Back To Top